Archive for 2013
Thursday, July 18, 2013
Jakarta. 18-07-2013 16:44 | Untuk kesekian
kalinya, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak
(sidak) selama Ramadhan ini. Seperti yang dilakukannya hari ini, Kamis
(18/7) dengan mengunjungi Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan
Jatinegara, Jakarta Timur. Dalam sidak kali ini, Jokowi sempat terlihat
kesal saat melihat spanduk yang terpasang memuat gambar dirinya.
"Copot! Jangan ada wajah saya. Kalau Lurah boleh," ujar Jokowi seraya meminta Lurah Cipinang Cempedak, Ali Siregar mencopot spanduk berukuran 2x3 meter yang terpasang di halaman kantor kelurahan tersebut, Kamis (18/7).
Spanduk itu memasang foto Jokowi dengan Camat Jatinegara, Supriyadi yang tengah memegang Piala Adipura. Adapun spanduk itu bertuliskan, "Piala Adipura 2013 adalah, wujud kepedulian masyarakat Jakarta Timur tehadap lingkungan yang harus kita pertahankan" dan "Nyok kite wujudkan kota Jakarta, sebagai kota yang berbudaya peduli lingkungan bersih dan sehat"
Mendengar perintah atasannya, Lurah Cipinang Cempedak, Ali Siregar pun langsung menyanggupi permintaan Jokowi. "Siap Pak," kata Ali Siregar. Tak berselang lama, tiga anggota Satpol PP Kelurahan Cipinang Cempedak langsung menurunkan spanduk tersebut.
Di kantor Kelurahan Cipinang Cempedak, Jokowi sempat berkeliling melihat tempat pelayanan di kelurahan tersebut. Mantan Walikota Surakarta itu juga langsung melanjutkan sidak ke kantor Kecamatan Jatinegara yang letaknya berada tepat di belakang kantor Kelurahan Cipinang Cempedak.
Sumber: beritajakarta.com
"Copot! Jangan ada wajah saya. Kalau Lurah boleh," ujar Jokowi seraya meminta Lurah Cipinang Cempedak, Ali Siregar mencopot spanduk berukuran 2x3 meter yang terpasang di halaman kantor kelurahan tersebut, Kamis (18/7).
Spanduk itu memasang foto Jokowi dengan Camat Jatinegara, Supriyadi yang tengah memegang Piala Adipura. Adapun spanduk itu bertuliskan, "Piala Adipura 2013 adalah, wujud kepedulian masyarakat Jakarta Timur tehadap lingkungan yang harus kita pertahankan" dan "Nyok kite wujudkan kota Jakarta, sebagai kota yang berbudaya peduli lingkungan bersih dan sehat"
Mendengar perintah atasannya, Lurah Cipinang Cempedak, Ali Siregar pun langsung menyanggupi permintaan Jokowi. "Siap Pak," kata Ali Siregar. Tak berselang lama, tiga anggota Satpol PP Kelurahan Cipinang Cempedak langsung menurunkan spanduk tersebut.
Di kantor Kelurahan Cipinang Cempedak, Jokowi sempat berkeliling melihat tempat pelayanan di kelurahan tersebut. Mantan Walikota Surakarta itu juga langsung melanjutkan sidak ke kantor Kecamatan Jatinegara yang letaknya berada tepat di belakang kantor Kelurahan Cipinang Cempedak.
Sumber: beritajakarta.com
Monday, July 15, 2013
![]() |
| Ilustrasi Pengemis |
Menjelang bulan Ramadan, jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
(PMKS) di Jakarta mendadak meningkat. Untuk itu, Dinas Sosial akan
memantau langsung kegiatan mereka selama di ibu kota.
"Daerah yang rawan PMKS di Jakarta Selatan itu seperti bulan-bulan puasa tahun lalu ada 11 titik," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda, Jumat (5/7).
Adapun titik-titik rawan tersebut meliputi kawasan Pondok Indah, Traffic Light (TL) Mampang, TL Pancoran, TL Panglima Polim, sepanjang Jl Fatmawati, TL Ragunan, TL Republika, kawasan Melawai, TL Mabes Polri, TL Csw, dan TL Patung Pemuda Senayan.
"Untuk yang di pemukiman mewah seperti di Pondok Indah itu pasti lebih banyak manusia gerobak dari luar Jakarta. Modusnya ya mengharapkan belas kasihan dari warga yang lewat, seperti pengemis," tuturnya.
Miftahul menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjaga titik tersebut. "Nanti ada sistem Shift yang dibuat agar tidak kosong penjagaannya. Selain itu akan ada dua orang khusus yang ditugaskan di masing-masing kecamatan untuk memantau pergerakan PMKS," jelasnya.
Langkah-langkah pencegahan juga akan dilakukan dengan memasang spanduk imbauan kepada pengguna jalan, untuk tidak memberi dan membeli di jalan.
"Memang Ramadan bulan penuh pahala, tapi dengan memberi mereka di jalan berarti mendukung orang itu terus mengemis. Lebih baik ke badan-badan infaq sadaqah resmi," tegas Miftahul. (sumber : www.merdeka.com)
"Daerah yang rawan PMKS di Jakarta Selatan itu seperti bulan-bulan puasa tahun lalu ada 11 titik," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda, Jumat (5/7).
Adapun titik-titik rawan tersebut meliputi kawasan Pondok Indah, Traffic Light (TL) Mampang, TL Pancoran, TL Panglima Polim, sepanjang Jl Fatmawati, TL Ragunan, TL Republika, kawasan Melawai, TL Mabes Polri, TL Csw, dan TL Patung Pemuda Senayan.
"Untuk yang di pemukiman mewah seperti di Pondok Indah itu pasti lebih banyak manusia gerobak dari luar Jakarta. Modusnya ya mengharapkan belas kasihan dari warga yang lewat, seperti pengemis," tuturnya.
Miftahul menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjaga titik tersebut. "Nanti ada sistem Shift yang dibuat agar tidak kosong penjagaannya. Selain itu akan ada dua orang khusus yang ditugaskan di masing-masing kecamatan untuk memantau pergerakan PMKS," jelasnya.
Langkah-langkah pencegahan juga akan dilakukan dengan memasang spanduk imbauan kepada pengguna jalan, untuk tidak memberi dan membeli di jalan.
"Memang Ramadan bulan penuh pahala, tapi dengan memberi mereka di jalan berarti mendukung orang itu terus mengemis. Lebih baik ke badan-badan infaq sadaqah resmi," tegas Miftahul. (sumber : www.merdeka.com)
Tuesday, June 25, 2013
![]() |
| Pengemis - Ilustrasi |
Jakarta, 25/06/2013. Banyak modus yang digunakan pengemis demi mengharapkan belas kasihan
dari warga ibu kota untuk mendapatkan uang. Mulai dari berpura-pura
cacat, memanfaatkan anak-anak untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak,
memakai baju compang-camping, hingga berpura-pura sebagai wanita hamil.
Modus terakhir ini tengah marak di wilayah Jakarta Selatan. "Dari pengaduan masyarakat banyak wanita hamil yang mengemis di perempatan dan pinggir jalan. Makanya kita sebar petugas untuk menertibkannya," ujar Miftahul Huda, Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Selasa (25/6).
Menurut Miftahul, modus ini banyak dipakai oleh pengemis di sekitar kawasan Mampang prapatan. Mereka berpura-pura memiliki kandungan dengan ukuran cukup besar dan meminta sejumlah uang ke pengendara. "Alasannya itu untuk biaya melahirkan, karena sudah masuk bulannya," kata Miftahul.
Selain di daerah Mampangprapatan, kata Miftahul, para PMKS juga banyak beroperasi di daerah Bintaro dan perempatan RS Fatmawati. "Ya, 3 titik itu yang kita jaga ketat dari PMKS. Karena mereka sering beroperasi dengan berbagai modus. Selain sebagai wanita hamil, ada yang mendorong nenek sakit, bahkan ada yang berpura-pura buta," ungkapnya.
Pihaknya, lanjut Miftahul, telah melakukan pengintaian terhadap para pengemis yang menggunakan modus tersebut. Namun saat ditertibkan, pada wanita memiliki perut besar itu bisa berlari dengan cepat. "Kita kerahkan 8 petugas untuk menangkap perempuan yang berura-pura hamil tersebut. Ternyata larinya cepat, sampai petugas kehilangan jejak," tuturnya.
Untuk itu, Miftahul mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada pengemis di jalanan. Warga yang ingin berzakat atau bersedekah, hendaknya menyalurkan melalui lembaga zakat profesional. "Dengan begitu, pengemis akan berkurang karena tidak ada lagi yang memberi di jalan," pintanya.(sumber : Beritajakarta.com)
Modus terakhir ini tengah marak di wilayah Jakarta Selatan. "Dari pengaduan masyarakat banyak wanita hamil yang mengemis di perempatan dan pinggir jalan. Makanya kita sebar petugas untuk menertibkannya," ujar Miftahul Huda, Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Selasa (25/6).
Menurut Miftahul, modus ini banyak dipakai oleh pengemis di sekitar kawasan Mampang prapatan. Mereka berpura-pura memiliki kandungan dengan ukuran cukup besar dan meminta sejumlah uang ke pengendara. "Alasannya itu untuk biaya melahirkan, karena sudah masuk bulannya," kata Miftahul.
Selain di daerah Mampangprapatan, kata Miftahul, para PMKS juga banyak beroperasi di daerah Bintaro dan perempatan RS Fatmawati. "Ya, 3 titik itu yang kita jaga ketat dari PMKS. Karena mereka sering beroperasi dengan berbagai modus. Selain sebagai wanita hamil, ada yang mendorong nenek sakit, bahkan ada yang berpura-pura buta," ungkapnya.
Pihaknya, lanjut Miftahul, telah melakukan pengintaian terhadap para pengemis yang menggunakan modus tersebut. Namun saat ditertibkan, pada wanita memiliki perut besar itu bisa berlari dengan cepat. "Kita kerahkan 8 petugas untuk menangkap perempuan yang berura-pura hamil tersebut. Ternyata larinya cepat, sampai petugas kehilangan jejak," tuturnya.
Untuk itu, Miftahul mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada pengemis di jalanan. Warga yang ingin berzakat atau bersedekah, hendaknya menyalurkan melalui lembaga zakat profesional. "Dengan begitu, pengemis akan berkurang karena tidak ada lagi yang memberi di jalan," pintanya.(sumber : Beritajakarta.com)
Sunday, June 23, 2013
Tebet, sabtu 22/06/2013, Pembongkaran iklan/reklame liar atau
yang tidak membayar pajak dilakukan oleh kantor pajak tebet dan
dilakukan selama 3 hari sejak hari kamis tanggal 20 juni 2013, Panit II
Binmas Aiptu Kuswaryanto dan Anggota Satpol PP Kec. Tebet turut mendampingi petugas dari dinas pajak Kecamatan tebet.
Saturday, May 18, 2013
Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Mandiri atau Car Free Day tingkat Kec. Tebet, Kota Adm. Jaksel :
- Minggu 19 Mei 2013 akan dilaksanakan HBKB (Car Free Day) pada Jln. Tebet Timur Raya dan sekitar Taman Kota Tebet Barat & Taman Honda Tebet Timur
- Dalam rangka HBKB (Car Free Day) tersebut akan diadakan penutupan jalan mulai pukul 6.00 wib s/d pukul 11:00 wib sepanjang Jln. Tebet Timur Raya dan pelaksanaan Jalan 1 (satu) arah pada Jln. Tebet Raya.
- kendaraan dari arah MT Haryono menuju Tebet Timur Raya akan dialihkan ke Tebet Timur Dalam dan Tebet Barat Dalam 10.
Di mohon partisipasi masyarakat sekitar untuk ikut dalam kegiatan tersebut, rencana ada beberapa kegiatan olah raga di sepanjang jalan Tebet Timur Raya dan Sekitar Areal Taman Honda.
Penutupan Jalan Sementara, Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day tingkat Kec. Tebet, Tahun 2013
Posted by PolisiPamongPrajaTebet
Tuesday, May 14, 2013
Ratusan personel gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Suku Dinas Kebersihan setempat dikerahkan untuk melakukan aksi bersih-bersih di kawasan tersebut, Selasa (14/5).
Selain membersihkan sampah, 300 personel yang dikerahkan juga mengecat trotoar dan membersihkan jalan. "Ini buat persiapan besok. Kita kerahkan 300 personil untuk bersih-bersih," ujar Sulistiarto, Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Selasa (14/5).
Tak hanya sampah di darat, sampah yang ada di danau juga dibersihkan dengan menaiki perahu-perahu. "Jadi bukan hanya sampah yang ada di darat, personil naik perahu menyisir sampah yang di danau," katanya.
Untuk menampung sampah, lanjut Wahyudi, pihaknya menyediakan 3 truk sampah besar. Masing-masing truk dapat menampung 10 meter kubik sampah atau sekitar 2 ton. "Kawasan PBB Setu Babakan ini kan rutin dibersihkan, jadi sampai jam 11 ini baru 2 truk yang terisi atau sekitar 6 ton. Kebanyakan sampah dedaunan dan ranting saja," tuturnya.
Rencananya pelantikan Walikota Jakarta Selatan akan dilakukan Rabu (15/5) besok pukul 08.00 WIB. Syamsudin Noor yang sebelumnya menjadi Wakil Walikota Jakarta Selatan, akan didaulat menggantikan Anas Efendi menjadi Walikota yang telah dimutasi ke Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI Jakarta.(beritajakarta.com | Dokumentasi : satpolpp Tebet)
Wednesday, April 24, 2013
Aksi yang dilakukan Anggota Satpol PP Kec. Tebet dan di pimpin langsung oleh Ka.Satgas Pol PP Kecamatan Tebet Bobby Rolando Partogi, S.STP . mensosialisasikan kepada pengguna jalan terutama para pengguna kendaraan bermotor agar mengetahui isi PERDA 8 Tahun 2007. Aksi kali ini bertema " Aksi Simpatik kepada masyarakat untuk mentaati Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum di wilayah Kota Adm Jakarta Selatan untuk Para pengendara kendaraan bermotor".
Aksi Tersebut juga dalam rangka merayakan HUT Satpol PP yang ke-63 dan HUT Satlinmas ke-51
Friday, April 12, 2013
Tebet. 12/04/2013, Kunjungan Kerja Kukuh Hadisantosa, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta di Jakarta Selatan. Dalam menjalankan program kerja Satpol PP, ia juga akan mengedepankan
komunikasi antara personel dan masyarakat. Hal itu dilakukan terutama
sebelum Satpol PP melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan
penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
Kukuh meminta agar
masyarakat tidak menganggap negatif perlengkapan pentungan, yang kini
sudah hilang dari seragam Satpol PP. Menurutnya, keberadaan pentungan
justru berguna untuk melindungi masyarakat, bukan untuk menghajar
masyarakat.
"Di kala masyarakat ada kesulitan, tampillah Satpol
PP. Kita ini abdi masyarakat,Selain itu,
ia akan memberdayakan personel Satpol PP untuk
berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain. Saat
terjadi kebakaran, misalnya, Kukuh akan mengerahkan personelnya untuk
mengamankan situasi lokasi kebakaran. Selain itu, ia juga akan
mengerahkan personel untuk membantu Dinas Perhubungan DKI dalam
mengatasi kemacetan di Ibu Kota. (http://megapolitan.kompas.com)
Pengarahan Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta di Jakarta Selatan
Posted by PolisiPamongPrajaTebet
Kepala Sudin Perhubungan
Jakarta Selatan Nurhayati Sinaga, mengatakan sekolah-sekolah itu kerap
membuat macet karena tidak memiliki lahan parkir memadai.
"Ada 10 sekolah yang kami
inventarisir menjadi penyebab macet karena adanya aktivitas antar
jemput orang tua siswa," kata Nurhayati, di Jakarta.
Menurut dia, konsentrasi kendaraan roda empat terjadi mulai dari Taman Kanak-kanak, SD, dan SMP. "Lahan sekolah mereka terbatas untuk parkiran, sehingga yang menjemput antre. Kebanyakan dari TK-SMP yang antar-jemput, karena masih butuh pengawasan," ucap dia.
Nurhayati mengaku instansinya sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas. Pihak sekolah juga sudah disurati agar bisa mengatur proses antar-jemput siswa dengan mobil. "Kami memberitahu sekolah agar membuat sistem penjemputan," katanya.
Dia menyebut sepuluh sekolah itu, yakni SMPN 115 di Jalan KH Abdullah Syafei, SMA 6 Jalan Bulungan Kebayoran Baru, SMP 11 dan SMP 19 di Jalan Bumi Kebayoran Baru.
Menurut dia, konsentrasi kendaraan roda empat terjadi mulai dari Taman Kanak-kanak, SD, dan SMP. "Lahan sekolah mereka terbatas untuk parkiran, sehingga yang menjemput antre. Kebanyakan dari TK-SMP yang antar-jemput, karena masih butuh pengawasan," ucap dia.
Nurhayati mengaku instansinya sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas. Pihak sekolah juga sudah disurati agar bisa mengatur proses antar-jemput siswa dengan mobil. "Kami memberitahu sekolah agar membuat sistem penjemputan," katanya.
Dia menyebut sepuluh sekolah itu, yakni SMPN 115 di Jalan KH Abdullah Syafei, SMA 6 Jalan Bulungan Kebayoran Baru, SMP 11 dan SMP 19 di Jalan Bumi Kebayoran Baru.
Kemudian SMA Lab School
di Jalan KH Ahmad Dahlan Kebayoran Baru, SMA Don Bosco di Jalan TB
Simatupang Cilandak, Yayasan Sekolah Bhakti 400 Jalan RA Kartini
Cilandak, SMA 28 di Jalan Raya Ragunan Pasar Minggu, SMA 38 Jalan Raya
Lenteng Agung dan Sekolah Al Azhar di Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran
Baru. (Desy Afrianti, Siti Ruqoyah)
Sumber : metro.news.viva.co.id
Sunday, April 7, 2013
Monday, April 1, 2013
Kantor Kecamatan Tebet didatangi Mobil Pelayanan Pengurus UUG (undang-undang Gangguan) dari Satpol PP Jakarta Selatan, Menurut Kepala Satgas Pol PP Kecamatan Tebet, Pak. Bobby Rolando Partogi, mobil ini
akan standby mulai dari tanggal 01 April 2013 s/d 03 April 2013 dari
pukul 07:30 wib s/d pukul 16:00 wib, mobil ini bertujuan untuk memudahkan pengurusan izin UUG kepada para pemilik usaha.
DKI Jakarta menyelenggarakan
mobil pelayanan pengurusan UUG yang nantinya beroperasi di setiap lokasi
padat usaha.
"Sesuai arahan gubernur DKI
Jakarta, Pak Jokowi, kami diminta meningkatkan pelayanan dan mempermudah
serta mempercepat izin UUG," ujar Pelaksana Teknis Kepala Satpol PP DKI
Jakarta, Sylviana Murni, di lapangan IRTI Monas, Gambir, Jakarta Pusat,
Rabu (13/3).
Sylviana menjelaskan salah satu
langkah peningkatan pelayanan, yakni menyediakan mobil keliling
pengurusan izin UUG. Lima unit mobil pelayanan pengurusan izin (UUG)
nantinya akan beroperasi di lima wilayah Ibu Kota.
Tuesday, March 19, 2013
(Editor:harrywarawiri)
Thursday, March 14, 2013
Tebet. Kamis (14/3) sore, Hujan disertai angin kencang yang mengguyur sebagian wilayah Ibu Kota, mengakibatkan sebuah baliho berukuran besar 8 X 16 M. di sebelah
salah satu supermarket di Jl Gatot SubrotoKav. 67 Kel. Menteng Dalam Kec. Tebet, tepatnya di seberang Halte
Transjakarta Pancoranbarat arah Cawang, Jakarta Selatan, roboh.Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja, arus lalu lintas di lokasi kejadian mengalami kemacetan cukup panjang karena banyaknya pemilik kendaraan yang melambatkan laju kendaraannya untuk menyaksikan peristiwa itu dari dekat.
Meski tidak jatuh ke jalan, namun namun banyak pengemudi yang memperlambat laju kendaraannya untuk melihat kejadian tersebut. Alhasil, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat. Dengan bantuan warga sekitar, akhirnya baliho yang mempunyai dua sisi iklan produk semen dan maskapai penerbangan itu langsung dievakuasi.
Akibat Hujan serta Angin kencang tersebut, sejumlah pohon juga tumbang diantaranya di Jl. Tebet Barat Dalam Raya persisnya sebelah supermarket yang mengakibatkan 4 mobil tertimpa pohon serta di wilayah kel. menteng dalam tepatnya di Jl. Rasamala, Jl. Jayamandala 1 dan Jl. Jayamandala Raya. tidak ada korban jiwa hanya saja arus lalulintas mengalami kemacetan cukup panjang.
Untuk mengamanan lokasi dan pengaturan lalulintas Anggota satpol PP kecamatan sudah diploting dimasing-masing titik dan dibantu aparat dari kepolisian (editor:harrywarawiri)
Untuk mengamanan lokasi dan pengaturan lalulintas Anggota satpol PP kecamatan sudah diploting dimasing-masing titik dan dibantu aparat dari kepolisian (editor:harrywarawiri)
Tuesday, March 5, 2013
Tebet. Banjir kiriman kembali menggenangi wilayah Bukitduri dan Kebonbaru,
Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (5/3) pagi. Sekitar 300 rumah
warga di Kelurahan Bukitduri dan 110 rumah warga di Kelurahan Kebonbaru
terendam banjir.
![]() |
| Rw. 09 dan Rw. 010 Kel. Bukit Duri |
Herawati
(28), warga RT 15/10 mengaku terpaksa mengungsi ke kantor kelurahan
karena ada menggenangi rumahnya setinggi data orang dewasa. "Di rumah
air masih sedada, jadi pilih mengungsi ke sini saja. Karena juga anak
masih kecil," tutur Herawati yang mengungsi bersama Alisha (3) anaknya.
Lurah
Bukit Duri Isa Sanuri, mengatakan, lebih dari 300 rumah warga terendam
banjir. Saat ini ada sebanyak 40 KK yang mengungsi di kantor kelurahan.
Para pengungsi kebanyakan perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia.
"Rata-rata perempuan, anak-anak, dan lansia. Kalau warga lain banyak
yang tidak mengungsi karena menganggap masih biasa," ujarnya, Selasa
(5/3).
Selain wilayah Bukitduri, banjir juga merendam wilayah
Kebonbaru. Sebanyak 3 RT di RW 10 terendam air sejak dini hari.
Ketinggian air hingga pukul 08.00 WIB masih antara 30-120 sentimeter.
![]() |
| Jl. J RT.010 RW.010 Kel. Kebon Baru |
"Sudah
diberitahu sejak sore kemarin kalau Katulampa sempat siaga 1. Ya kita
sudah siap sejak malam hari. Air masuk sekitar 01.30," kata Anshori (32)
salah satu warga di RT 09/10, Selasa (5/3).
Saat ini, kata
Anshori, ketinggian air di rumahnya masih sekitar 1 meter. Namun begitu
ia dan keluarga belum mengungsi. "Ya baru 1 meter, paling nanti siang
juga surut. Kita tunggu sini saja," ujar Anshori.
Lurah
Kebonbaru, Bambang Suhada, mengatakan, banjir kiriman menggenangi
sekitar 110 rumah di Jl J, Gang Perintis, RT 08, 09, dan 10 yang
semuanya berada di RW 10. "Memang di sana yang paling rendah, ada 120
KK. Kita belum buka pos pengungsian karena memang mereka belum mau, ini
masih dianggap biasa," kata Bambang Suhada.(beritajakarta.com)
Monday, February 25, 2013
Tebet, 25/02/2013, Untuk menjaga keindahan kota Jakarta dan menjaga ketertiban umum aparat Satpol PP kecamatan tebet, patroli wilayah yang rawan terhadap pedagang kaki lima, PMKS dan pemarkir liar, penertiban yang dilakukan diwailayah Jl. Tebet Timur dan Jl. Casablanca, berhasil ditertibkan 1 lang rokok yang berada di atas aluran air dan papan2 yang menutupi saluran air. diharapkan peran serta masyarakat untuk ikut menjaga keindahan kota Jakarta.
Saturday, February 23, 2013
Tebet, Sabtu 23/02/2013, Untuk menghapus image
negatif
dikalangan pelajar yang identik dengan '' tawuran antara pelajar '' atau
'' corat coret di tempat umum milik pemerintah dan swasta'' yang
dilakukan oleh siswa SMP maupun SMA/SMK, seyogianya harus dilakukan oleh
siswa itu sendiri dengan para guru kemudian dibantu oleh orang tua
sehingga segala macam stigma negatif (tawuran pelajar) yang ditujukan
kepada para pelajar baik SMP maupun SMA/SMK dapat dihapus sehubungan
dengan permasalahan tersebut komunitas pendidikan wilayah kecamatan tebet
melakukan aksi berupa '' IKRAR ANTI KEKERASAN DAN CORAT CORET
DIKALANGAN PELAJAR SMA/SMK '' sekecamatan tebet, kegiatan ini dilakukan
untuk lebih memepererat hubungan para pelajar antara sekolah satu dengan
sekolah lainnya, Camat Tebet Drs. Edi Suherman M.Si dan Wakapolsek
Tebet AKP R. Sartoto bersama Danramil tebet turut menandatangani
kesepakatan bersama tersebut,
acara dilanjutkan dengan bersih-bersih tempat yang dicoret yang berada
diwilayah kecamatan tebet.
(Sumber :Humas Polsek Tebet | Dokumentasi Satpol PP Tebet)
Ikrar Anti Kekerasan dan Corat-coret Dikalangan Pelajar SMA/SMK Sekecamatan Tebet
Posted by PolisiPamongPrajaTebet




















