Archive for 2011
Tuesday, November 8, 2011
BERITAJAKARTA.COM — 07-11-2011 21:28
Memasuki musim hujan selama November-Desember, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menginstruksikan seluruh walikota untuk siaga banjir selama 24 jam. Tidak hanya itu, walikota di lima wilayah administrasi DKI Jakarta juga harus siap berada di tengah-tengah masyarakatnya yang menjadi korban banjir selama 24 jam.“Saya sudah menginstruksikan walikota harus siap menghadapi banjir. Kalau memang ada genangan di tempat-tempat tertentu di wilayahnya, mereka harus siap berada di tengah masyarakat selama 24 jam,” kata Fauzi Bowo di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (7/11).
Dia juga meminta walikota untuk terlebih dahulu datang ke tempat-tempat rawan banjir, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Foke mencontohkan tindakannya yang melakukan sosialisasi tiga minggu sebelum banjir di kawasan Pondoklabu terjadi.
"Paling tidak kita sudah jelaskan jika ada kemungkinan banjir, terjadi di kawasan tersebut. Ini sudah disampaikan ke Walikota dan saya ingin mereka melakukan hal yang sama sehingga tingkat kesadaran masyarakat bertambah," ujarnya.
Dituturkannya, dirinya pun siap untuk berada di tengah-tengah masyarakat jika memang masyarakat mengharapkan kehadiran Gubernur. "Tapi yang seharusnya terlebih dahulu ada di tempat yang terkena genangan atau banjir ya harus walikota. Jangan sampai saya yang sampai duluan daripada walikotanya,” tegasnya.
Kesiapan-kesiapan lain yang seharusnya dilakukan oleh walikota, ungkapnya, adalah bekerja sama dengan rukun tetangga (RT) untuk memasang spanduk di kawasan-kawasan yang rawan banjir. Tindakan ini dilakukan agar masyarakat tahu harus mengungsi ke mana saat banjir tiba, dan di mana letak dapur umum atau posko-posko banjir. Cara ini dinilai lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menghadapi banjir.
Untuk menghadapi banjir di Ibu Kota, Fauzi menyatakan Pemprov DKI sudah membahas segala kesiapan menghadapi musim penghujan yang berpotensi menyebabkan banjir di beberapa titik wilayah DKI. Dia sudah meminta lima walikota untuk mengundang Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) turut hadir saat masyarakat terkena musibah banjir.
“Dengan begitu terlihat ada kebersamaan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi permasalahan banjir. Serta pusat dan daerah bersama-sama memberikan semangat kepada korban banjir,” tuturnya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, untuk mengurangi dampak banjir, Pemprov DKI sedang berusaha menyelesaikan pembebasan tanah yang berada pada kawasan IKPN, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Pembebasan lahan sudah mulai sejak tahun 2010, tetapi hingga kini prosesnya masih terus berjalan. Lambannya proses pembebasan lahan ini disebabkan sertifikat tanah di kawasan tersebut merupakan sertifikat tanah Tangerang, sehingga harus dikonversi ke sertifikat tanah Jakarta.
"Harus dilakukan konversi dulu, baru kita bisa bayar pembebasan tanahnya. Mudah-mudahan bisa cepat selesai hingga bisa dibangun perluasan tanggul IKPN sehingga kawasan tersebut bebas banjir,” imbuhnya.
Selain itu untuk menghadapi musim hujan, Pemprov DKI akan melakukan normalisasi beberapa kali, diantaranya Kali Sunter yang saat ini sudah berjalan. Kali tersebut baru dapat diturap setelah pembebasan tanah selesai dilakukan.
Terkait laporan dari warga di kawasan Pinangranti, Jakarta Timur yang tidak bisa lagi mengungsi ke Pangkalan Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, saat air dari Kali Cipinang naik, Fauzi menyatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi ke komandan Provost Lapangan Udara Halim Perdanakusuma.
“Sebab, yang berwenang membuka tempat itu adalah Kepala Provost dan camat. Beliau juga sudah setuju untuk membuka kembali pangkalan, untuk saat-saat tertentu," ungkapnya.
Sunday, September 11, 2011
![]() |
| dok/beritajakarta.com |
Sebuah rumah milik mantan model yang juga artis Dani Dahlan, dan kini dikontrak oleh seseorang bernama Ambiya (50) di Jl Tebet Barat Raya nomor 359, Tebet, Jakarta. Selatan, ludes dilalap si jago merah, Sabtu (10/9) pukul 22.00. Dugaan sementara, kebakaran ini dipicu hubungan arus pendek listrik di rumah yang kini dijadikan tempat usaha konveksi tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian materi yang diderita pemilik mencapai ratusan juta rupiah. Sebab seluruh bahan tekstil di rumah itu tidak berhasil diselamatkan.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik di garasi mobil rumah tersebut. Kebakaran ini sempat mengejutkan warga sekitar mengingat lokasinya berada di daerah padat penduduk. Usaha warga untuk memadamkan kobaran api pun sia-sia, dan api terus berkobar. Bahkan, dalam tempo 30 menit, api sudah menghanguskan seluruh isi bangunan yang telah tiga tahun dijadikan tempat industri tekstil rumahan tersebut.
Ketua RT 04/14, Kelurahan Tebetbarat, Toni, mengatakan rumah itu milik mantan model Dani Dahlan. Namun sejak tiga tahun lalu dikontrak oleh Ambiya dan dijadikan home industri tekstil atau konveksi.
"Waktu kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena seluruh pegawainya masih cuti lebaran. Saya sendiri tidak tahu berapa jumlah karyawannya saat ini," katanya, Minggu (11/9) dinihari.
Dugaan sementara, kebakaran akibat hubungan arus pendek listrik di garasi mobil yang ada di bagian depan rumah. Sebab, api terlihat pertama kali berkobar di bagian tersebut.
Petugas Piket Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Selatan, Taufik, mengatakan sedikitnya 9 unit pompa dan 12 mobil pendukung dikerahkan ke lokasi kejadian. Api baru berhasil dijinakkan petugas satu jam kemudian.
"Dugaan sementara pemicunya hubungan arus pendek listrik. Api berhasil dijinakkan petugas satu jam setelah kejadian dengan 9 unit pompa dan 12 mobil pendukung," jelasnya.
sumber : http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=46233
Monday, July 25, 2011
Jakarta (25/07/11), Menyambut bulan Suci Ramadhan dipastikan di daerah Jakarta dan khususnya Jakarta Selatan akan banyak kita temukan para pengemis dadakan, pengamen dan pengelap mobil di sekitar Traffic light (TL), kawasan umum, dan sarana kota lainya.
Mengantisipasi hal tersebut Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan dalam hal ini Satpol.PP Kecamatan Tebet, mengadakan sosialisasi di jalan atau Traffic Light sekitar Tugu Pancoran kepada para pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut.
Adapun kegiatan yang dilakukan adalah membawa papan yang bertuliskan himbauan-himbauan dan membacakannya kepada para pengguna jalan, yang bertuliskan :
- Dengan menjaga Ketertiban Umum mari kita sambut bulan puasa dengan penuh rasa tenang dan khusyu.
- Bila ingin beramal berikanlah sedekah anda kepada yang membutuhkan, jangan sampai mengganggu ketertiban umum.
- Jangan lakukan jual-beli dijalan karena mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan kemacetan.
Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pengguna jalan dapat mengerti dan memahami Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 pasal 39 dan 40 Tentang "Tertib Sosial".
SOSIALISASI PERATURAN DAERAH OLEH SATPOL.PP KEC. TEBET MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN
Posted by PolisiPamongPrajaTebet
Thursday, July 21, 2011
Kebiasaan bersedekah kepada orang yang tidak mampu adalah perbuatan terpuji. Namun, jika sedekah itu tidak diberikan kepada lembaga yang tepat dan bisa dipertanggungjawabkan, tapi justru diberikan di pinggir jalan siap-siaplah menerima konsekuensi ditertibkan Satpol PP. Sanksinya pun tidak main-main, sesuai Perda No 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, mereka yang kedapatan memberi sedekah kepada pengemis di pinggir jalan, akan dijaring dan diinapkan di panti sosial hingga lebaran.
Namun, sanksi itu diberikan secara bertahap. Ada dua periode penindakan yang akan dilakukan oleh Satpol PP. Yaitu, sejak 20 Juli hingga 15 Agustus nanti, merupakan tahap sosialisasi dengan penindakan ringan bagi pelanggar aturan. Sedangkan tanggal 16 Agustus hingga 29 Agustus, para pelanggar akan dikenakan tindakan keras. "Langsung kami kirim ke panti sosial, dan tidak akan dilepaskan hingga lewat lebaran. Jadi mereka akan lebaran di panti sosial," tegas Sulistiarto, Kasatpol PP Jakarta Selatan, Rabu (20/7).
Sebelum diberlakukan sanksi tersebut, hari ini pihaknya melakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan melibatkan 70 personel Satpol PP perempuan dengan membawa plang bertuliskan kalimat larangan sedekah di pinggir jalan. Ada dua titik yang menjadi pusat sosialisasi dari Satpol PP ini, yaitu di perempatan Jl Sisingamangaraja antara Kejaksaan, kantor PLN dan kantor ASEAN, serta lampu merah dekat patung pemuda Jl Patimura menuju arah Senayan.
"Jadi kami tidak ingin selalu dicap sebagai aparat yang keras, dengan adanya anggota perempuan yang menyosialisasikan diharapkan para pengguna jalan dapat memahami imbauan tersebut," harapnya.
Beberapa kalimat yang ditulis diplang antara lain, Jangan memberi sedekah di jalan, Hati-hati, memberi sedekah di jalan Anda bisa dihukum, dan Bersedekahlah pada tempat yang ditentukan, "Tujuan kami agar para pengguna jalan bisa mematuhi Perda 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum yang melarang pemberian sedekah di jalan untuk pengemis, gelandangan, tukang lap kaca, dan lainnya. Bersedekahlah di tempat yang ditentukan," jelasnya.
sumber :http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=45541
Monday, June 6, 2011
Sunday, May 29, 2011
JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 750 personel Satpol PP Jakarta Selatan dikerahkan untuk aksi bersih-bersih di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa dan Ragunan, Pasar Minggu, Jumat (27/5).Kegiatan kerja bakti ini untuk mendukung program Jakarta Clean City (JCC) yang digagas Walikota Jaksel Syahrul Efendi dalam menciptakan kawasan kota yang bersih, indah, aman dan nyaman.
Sekretaris Kota Pemko Jaksel Syamsudin Noor didampingi Kasatpol PP Sulistiarto menjelaskan, program JCC sudah selayaknya didukung seluruh masyarakat demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
“Lingkungan yang kotor berpotensi menjadi sarang penyakit. Untuk itu marilah kita lebih peduli dalam mewujudkan tatanan lingkungan sehat dan bersih,” kata Syamsudin saat menyerahkan seperangkat alat-alat kebersihan kepada Satpol PP dan masyarakat setempat.
Kasatpol PP Jaksel Sulistiarto menambahkan, keterlibatan 750 personilnya bertujuan membantu Pemko Jaksel dalam penggalangan JCC dengan melibatkan sejumlah unit sektoral hingga masyarakat. Khususnya warga yang tinggal di sekitar Taman Margasatwa Ragunan dan kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan.
“Semoga saja kegiatan kerja bakti ini bisa digarap berkesinambungan dalam menciptakan lingkungan bersih, indah dan sehat sesuai program JCC,” urai Sulistiarto.
Monday, May 23, 2011
Thursday, April 7, 2011
Jakarta Selatan, (06/04) Sekitar +50 Anggota Satpol.PP Kecamatan Tebet dan masyarakat setempat Mendonorkan Darahnya ke PMI, dalam rangka Road Show Tim Penggerak PKK kecamatan tebet yang berlokasi di RW 04 Kel. Menteng Dalam.
Wednesday, March 30, 2011
Jakarta-Selatan,(30/03). Akumulasi dari krisis kepercayaan kepada Aparat Pemerintah, permasalahan sosial, budaya, ekonomi dan provokasi pihak terentu yang dapat memicu timbulnya tindakan brutal dan anarkis dalam menyelesaikan masalah tersebut, Satpol PP agar terus dapat meningkatkan kemampuan mental, fisik, disiplin dan ilmu pengetahuan agar dapat bertindak secara profesional.
Untuk meningkatkan kinerja, semangat dan disiplin Anggota Satpol PP perlu diberikan arahan dan motivasi, seperti dalam Apel pagi ini. "Yaitu memberikan semangat dan evaluasi kepada anggota agar tugas dapat dilakukan dengan baik,” kata Wakil Walikota Anas Efendi saat memimpin Apel pengarahan dalam rangka pelaksanaan tugas dan peningkatan disiplin angota Satpol PP di halaman kantor walikota, Rabu (30/3).
"Sebagai implimentasi PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil perlu saya ingatkan bahwa Satpol PP harus menjadi contoh PNS yang lain, dimana Satpol PP telah ditempa kedisiplinan sebelumya. Wujud dari kedisiplinan yang tertanam dapat dibuktikan dengan prilaku dan tingkah polah, menaati jam kerja, melaksanakan piket sesuai dengan jadwal baik di kelurahan, kecamatan maupun di Kota, serta melaporkan kepada pimpinan sesuai kejadian,” ujar Anas.
Anas tambahkan bahwa dia, tak mau lagi mendengar ketidak harmonisan antara Satpol PP dengan Camat dan lurah, "Jadi saudara, taktis operasional berada di Dinas, teknis administrasi di bawah Dinas secara taktis operasional saudara bertugas di kelurahan, kecamatan dan kota. Jadi harus dipahami serta dapat berkoordinasi dengan baik,” tambahnya.
Sementara Kepala Satpol PP, Sulistiarto mengatakan tujuan Apel ini dalam rangka peningkatan tugas, peningkatan kinerja dan peningkatan disiplin serta memberikan semangat. Sulis juga meminta anggotanya mendisiplinkan dirinya, terutama disiplin tepat waktu masuk kerja, lebih waktu pulang kerja karena kita anggota Satpol PP bertugas tidak terikat jam yang ditentukan.
Sulistiarto berharap anggotanya menjadi satu pionir dari karyawan lainnya. Jangan berbuat dan berperilaku yang tidak pantas, seperti berjudi saat di kantor, minum minuman keras saat bertugas, dan jangan terlibat narkoba. "Ini bila tertangkap basah akan kita ajukan ke atasan untuk diproses pemecatan. Apabila ada anggota yang berbuat seperti itu tanpa terkecuali,” tegasnya.
Untuk meningkatkan kinerja, semangat dan disiplin Anggota Satpol PP perlu diberikan arahan dan motivasi, seperti dalam Apel pagi ini. "Yaitu memberikan semangat dan evaluasi kepada anggota agar tugas dapat dilakukan dengan baik,” kata Wakil Walikota Anas Efendi saat memimpin Apel pengarahan dalam rangka pelaksanaan tugas dan peningkatan disiplin angota Satpol PP di halaman kantor walikota, Rabu (30/3).
"Sebagai implimentasi PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil perlu saya ingatkan bahwa Satpol PP harus menjadi contoh PNS yang lain, dimana Satpol PP telah ditempa kedisiplinan sebelumya. Wujud dari kedisiplinan yang tertanam dapat dibuktikan dengan prilaku dan tingkah polah, menaati jam kerja, melaksanakan piket sesuai dengan jadwal baik di kelurahan, kecamatan maupun di Kota, serta melaporkan kepada pimpinan sesuai kejadian,” ujar Anas.
Anas tambahkan bahwa dia, tak mau lagi mendengar ketidak harmonisan antara Satpol PP dengan Camat dan lurah, "Jadi saudara, taktis operasional berada di Dinas, teknis administrasi di bawah Dinas secara taktis operasional saudara bertugas di kelurahan, kecamatan dan kota. Jadi harus dipahami serta dapat berkoordinasi dengan baik,” tambahnya.
Sementara Kepala Satpol PP, Sulistiarto mengatakan tujuan Apel ini dalam rangka peningkatan tugas, peningkatan kinerja dan peningkatan disiplin serta memberikan semangat. Sulis juga meminta anggotanya mendisiplinkan dirinya, terutama disiplin tepat waktu masuk kerja, lebih waktu pulang kerja karena kita anggota Satpol PP bertugas tidak terikat jam yang ditentukan.
Sulistiarto berharap anggotanya menjadi satu pionir dari karyawan lainnya. Jangan berbuat dan berperilaku yang tidak pantas, seperti berjudi saat di kantor, minum minuman keras saat bertugas, dan jangan terlibat narkoba. "Ini bila tertangkap basah akan kita ajukan ke atasan untuk diproses pemecatan. Apabila ada anggota yang berbuat seperti itu tanpa terkecuali,” tegasnya.
(Sumber : http://selatan.jakarta.go.id/v2/?page=Berita&id=372 | Photo : fajar)
Apel Besar Dalam Rangka Peningkatan Kinerja dan Disiplin Satpol.PP se Kota Adm Jakarta Selatan
Posted by PolisiPamongPrajaTebet
Monday, March 28, 2011
Wednesday, March 23, 2011
JAKARTA -Sudah 61 tahun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menjadi bagian dari masyarakat. Satpol PP DKI dibentuk tepat 03 Maret 1950, yang lalu. Nah, acara puncak Satpol PP DKI Jakarta hari ini digelar Rabu (23/3), di Lapangan Monas, Jakarta.
” Ulang tahun ini terasa begitu bermakna untuk kami. Karena target pengembalian mental anggota kami setelah kejadian Priok bisa kami lewati. Tugas menentramkan dan mentertibkan masyarakat DKI Jakarta kembali bisa kami laksanakan dengan baik, dan memang Satpol PP tidak bisa dipisahkan dari masyarakat,” jelas Kepala Satpol PP DKI Jakarta Effendi Anas kepada wartawan saat melakukan ziarah ke TMP Kalibata pada hari selasa lalu (22/3). (sumber: Poskota.co.id | Dokumentasi : harry. Satpol.PP Kec.Tebet),
Monday, March 7, 2011
Sedikitnya 84 kios milik pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tebet Timur II, TebetTimur, Tebet ditertibkan petugas, Senin (7/3). Penertiban dilakukan, karena puluhan kios itu berdiri di atas trotoar dan saluran air. Tidak ada perlawanan dari para pedagang, sebab sebelumnya pihak kecamatan telah melakukan pendekatan persuasif dan memberikan surat peringatan.
Camat Tebet, Idham Ramid mengatakan, setelah ditertibkan, rencananya para pedagang akan direlokasi ke pasar PSPT yang telah disediakan. Sebelum penertiban, dikatakan Idham, pihaknya telah mengirimkan surat peringatan (SP) 1, SP 2 serta surat perintah bongkar (SPB) yang dilayangkan pada Kamis (3/3) lalu. “Para pedagang akan menempati kios-kios yang masih kosong di Pasar PSPT,” ujar Idham di sela-sela penertiban, Senin, (7/3).
Sedangkan lokasi penertiban, dikatakan Idham, akan dikembalikan ke fungsi semula sehingga tidak lagi terkesan semrawut dan kumuh. Selain berada di atas saluran air dan trotoar, keberadaan para PKL itu juga menutup lapangan PSPT. "Mereka mendirikan kios mengelilingi lapangan, sehingga orang yang lewat tidak mengetahui jika ada lapangan di sini," katanya.
Sebelum dilakukan penertiban, para pedagang telah mengosongkan kios mereka. Mereka hanya bisa menyaksikan kios yang ditempatinya dibongkar paksa oleh petugas dengan menggunakan alat berat. Keberadaan kios-kios itu berada tepat mengelilingi lapangan sepanjang 200 meter.
Dikatakan Idham, dalam penertiban kali ini, pihaknya menerjunkan 100 personil gabungan dari Satpol PP, kepolisian, dan koramil. Selain membawa satu alat berat, pihaknya juga menyediakan empat truk sampah untuk mengangkut sisa-sisa puing bongkaran. "Beberapa puing ada yang dibawa oleh pedagang, sisanya kita angkut," ujarnya.
Aryo (40) pedagang pakan burung mengatakan, awalnya ia dan rekan-rekan pedagang lainnya berniat melakukan perlawanan, namun niat tersebut diurungkan, karena para pedagang tidak ingin membuat keributan. "Kita terima saja, memang nasib pedagang kecil seperti ini," keluhnya.
Hingga saat ini, ia dan pedagang lainnya masih belum mendapat kejelasan mengenai kios yang disediakan di pasar PSPT. "Katanya memang mau di pindah ke pasar PSPT, tapi masih belum jelas lokasi dan pembagiannya seperti apa," kata Aryo, yang mengaku pendapatan perharinya mencapai Rp 400-700 ribu per hari. (Sumber : www.beritajakarta.com / Domentasi : Satpol.PP Kec. Tebet)

















