Posted by : PolisiPamongPrajaTebet
Monday, March 7, 2011
Sedikitnya 84 kios milik pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tebet Timur II, TebetTimur, Tebet ditertibkan petugas, Senin (7/3). Penertiban dilakukan, karena puluhan kios itu berdiri di atas trotoar dan saluran air. Tidak ada perlawanan dari para pedagang, sebab sebelumnya pihak kecamatan telah melakukan pendekatan persuasif dan memberikan surat peringatan.
Camat Tebet, Idham Ramid mengatakan, setelah ditertibkan, rencananya para pedagang akan direlokasi ke pasar PSPT yang telah disediakan. Sebelum penertiban, dikatakan Idham, pihaknya telah mengirimkan surat peringatan (SP) 1, SP 2 serta surat perintah bongkar (SPB) yang dilayangkan pada Kamis (3/3) lalu. “Para pedagang akan menempati kios-kios yang masih kosong di Pasar PSPT,” ujar Idham di sela-sela penertiban, Senin, (7/3).
Sedangkan lokasi penertiban, dikatakan Idham, akan dikembalikan ke fungsi semula sehingga tidak lagi terkesan semrawut dan kumuh. Selain berada di atas saluran air dan trotoar, keberadaan para PKL itu juga menutup lapangan PSPT. "Mereka mendirikan kios mengelilingi lapangan, sehingga orang yang lewat tidak mengetahui jika ada lapangan di sini," katanya.
Sebelum dilakukan penertiban, para pedagang telah mengosongkan kios mereka. Mereka hanya bisa menyaksikan kios yang ditempatinya dibongkar paksa oleh petugas dengan menggunakan alat berat. Keberadaan kios-kios itu berada tepat mengelilingi lapangan sepanjang 200 meter.
Dikatakan Idham, dalam penertiban kali ini, pihaknya menerjunkan 100 personil gabungan dari Satpol PP, kepolisian, dan koramil. Selain membawa satu alat berat, pihaknya juga menyediakan empat truk sampah untuk mengangkut sisa-sisa puing bongkaran. "Beberapa puing ada yang dibawa oleh pedagang, sisanya kita angkut," ujarnya.
Aryo (40) pedagang pakan burung mengatakan, awalnya ia dan rekan-rekan pedagang lainnya berniat melakukan perlawanan, namun niat tersebut diurungkan, karena para pedagang tidak ingin membuat keributan. "Kita terima saja, memang nasib pedagang kecil seperti ini," keluhnya.
Hingga saat ini, ia dan pedagang lainnya masih belum mendapat kejelasan mengenai kios yang disediakan di pasar PSPT. "Katanya memang mau di pindah ke pasar PSPT, tapi masih belum jelas lokasi dan pembagiannya seperti apa," kata Aryo, yang mengaku pendapatan perharinya mencapai Rp 400-700 ribu per hari. (Sumber : www.beritajakarta.com / Domentasi : Satpol.PP Kec. Tebet)







Jakarta Indah.. Jakarta nyaman..Jakarta Aman...
ReplyDeleteinilah nasip orang kecil... anda tau kenapa?? karena saudara mereka tidak ada yang pejabat.. coba saja kalau saudara mereka ada yang pejabat pasti di biarin aja tu... nasip pedagang kecil lebih miris dari nasip pengemis.. haruskah pedagang kecil berubah jadi pengemis.. atau perampok atau pencuri ,copet, jambret, babi ngepet... hanya tuhan yang tahu..
ReplyDelete