Archive for March 2011

Wednesday, March 30, 2011
Jakarta-Selatan,(30/03). Akumulasi dari krisis kepercayaan kepada Aparat Pemerintah, permasalahan sosial, budaya, ekonomi dan provokasi pihak terentu yang dapat memicu timbulnya tindakan brutal dan anarkis dalam menyelesaikan masalah tersebut, Satpol PP agar terus dapat meningkatkan kemampuan mental, fisik, disiplin dan ilmu pengetahuan agar dapat bertindak secara profesional.

Untuk meningkatkan kinerja, semangat dan disiplin Anggota Satpol PP perlu diberikan arahan dan motivasi, seperti dalam Apel pagi ini. "Yaitu memberikan semangat dan evaluasi kepada anggota agar tugas dapat dilakukan dengan baik,” kata Wakil Walikota Anas Efendi saat memimpin Apel pengarahan dalam rangka pelaksanaan tugas dan peningkatan disiplin angota Satpol PP di halaman kantor walikota, Rabu (30/3).

"Sebagai implimentasi PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil perlu saya ingatkan bahwa Satpol PP harus menjadi contoh PNS yang lain, dimana Satpol PP telah ditempa kedisiplinan sebelumya. Wujud dari kedisiplinan yang tertanam dapat dibuktikan dengan prilaku dan tingkah polah, menaati jam kerja, melaksanakan piket sesuai dengan jadwal baik di kelurahan, kecamatan maupun di Kota, serta melaporkan kepada pimpinan sesuai kejadian,” ujar Anas.

Anas tambahkan bahwa dia, tak mau lagi mendengar ketidak harmonisan antara Satpol PP dengan Camat dan lurah, "Jadi saudara, taktis operasional berada di Dinas, teknis administrasi di bawah Dinas secara taktis operasional saudara bertugas di kelurahan, kecamatan dan kota. Jadi harus dipahami serta dapat berkoordinasi dengan baik,” tambahnya.

Sementara Kepala Satpol PP, Sulistiarto mengatakan tujuan Apel ini dalam rangka peningkatan tugas, peningkatan kinerja dan peningkatan disiplin serta memberikan semangat. Sulis juga meminta anggotanya mendisiplinkan dirinya, terutama disiplin tepat waktu masuk kerja, lebih waktu pulang kerja karena kita anggota Satpol PP bertugas tidak terikat jam yang ditentukan.

Sulistiarto berharap anggotanya menjadi satu pionir dari karyawan lainnya. Jangan berbuat dan berperilaku yang tidak pantas, seperti berjudi saat di kantor, minum minuman keras saat bertugas, dan jangan terlibat narkoba. "Ini bila tertangkap basah akan kita ajukan ke atasan untuk diproses pemecatan. Apabila ada anggota yang berbuat seperti itu tanpa terkecuali,” tegasnya.

(Sumber : http://selatan.jakarta.go.id/v2/?page=Berita&id=372 | Photo : fajar)
Monday, March 28, 2011
Wednesday, March 23, 2011
JAKARTA -Sudah 61 tahun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menjadi bagian dari masyarakat. Satpol PP DKI dibentuk tepat 03 Maret 1950, yang lalu. Nah, acara puncak Satpol PP DKI Jakarta hari ini digelar Rabu (23/3), di Lapangan Monas, Jakarta.




 
















” Ulang tahun ini terasa begitu bermakna untuk kami. Karena target pengembalian mental  anggota kami setelah kejadian Priok bisa kami lewati. Tugas menentramkan dan mentertibkan masyarakat DKI Jakarta kembali bisa kami laksanakan dengan baik, dan memang Satpol PP tidak bisa dipisahkan dari masyarakat,” jelas Kepala Satpol PP DKI Jakarta Effendi Anas kepada wartawan saat melakukan ziarah ke TMP Kalibata pada hari selasa lalu (22/3). (sumber: Poskota.co.id | Dokumentasi : harry. Satpol.PP Kec.Tebet),

HUT POL.PP & LINMAS PROV. DKI JAKARTA TAHUN 2011

Posted by PolisiPamongPrajaTebet
Monday, March 7, 2011
Sedikitnya 84 kios milik pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tebet Timur II, TebetTimur, Tebet ditertibkan petugas, Senin (7/3). Penertiban dilakukan, karena puluhan kios itu berdiri di atas trotoar dan saluran air. Tidak ada perlawanan dari para pedagang, sebab sebelumnya pihak kecamatan telah melakukan pendekatan persuasif dan memberikan surat peringatan.

Camat Tebet, Idham Ramid mengatakan, setelah ditertibkan, rencananya para pedagang akan direlokasi ke pasar PSPT yang telah disediakan. Sebelum penertiban, dikatakan Idham, pihaknya telah mengirimkan surat peringatan (SP) 1, SP 2 serta surat perintah bongkar (SPB) yang dilayangkan pada Kamis (3/3) lalu. “Para pedagang akan menempati kios-kios yang masih kosong di Pasar PSPT,” ujar Idham di sela-sela penertiban, Senin, (7/3).

Sedangkan lokasi penertiban, dikatakan Idham, akan dikembalikan ke fungsi semula sehingga tidak lagi terkesan semrawut dan kumuh. Selain berada di atas saluran air dan trotoar, keberadaan para PKL itu juga menutup lapangan PSPT. "Mereka mendirikan kios mengelilingi lapangan, sehingga orang yang lewat tidak mengetahui jika ada lapangan di sini," katanya.

Sebelum dilakukan penertiban, para pedagang telah mengosongkan kios mereka. Mereka hanya bisa menyaksikan kios yang ditempatinya dibongkar paksa oleh petugas dengan menggunakan alat berat. Keberadaan kios-kios itu berada tepat mengelilingi lapangan sepanjang 200 meter.

Dikatakan Idham, dalam penertiban kali ini, pihaknya menerjunkan 100 personil gabungan dari Satpol PP, kepolisian, dan koramil. Selain membawa satu alat berat, pihaknya juga menyediakan empat truk sampah untuk mengangkut sisa-sisa puing bongkaran. "Beberapa puing ada yang dibawa oleh pedagang, sisanya kita angkut," ujarnya.

Aryo (40) pedagang pakan burung mengatakan, awalnya ia dan rekan-rekan pedagang lainnya berniat melakukan perlawanan, namun niat tersebut diurungkan, karena para pedagang tidak ingin membuat keributan. "Kita terima saja, memang nasib pedagang kecil seperti ini," keluhnya.

Hingga saat ini, ia dan pedagang lainnya masih belum mendapat kejelasan mengenai kios yang disediakan di pasar PSPT. "Katanya memang mau di pindah ke pasar PSPT, tapi masih belum jelas lokasi dan pembagiannya seperti apa," kata Aryo, yang mengaku pendapatan perharinya mencapai Rp 400-700 ribu per hari. (Sumber : www.beritajakarta.com / Domentasi : Satpol.PP Kec. Tebet)

Penertiban Tebet Timur

Posted by PolisiPamongPrajaTebet

Call Center | Fax

TELP. 021-22008259 | 021-83709793 | FAX. 021-8298971
LAYANAN 24 JAM | KAMI SIAP MEMBANTU ANDA

Copyright © Media Informasi dan Dokumentasi Satpol PP Tebet- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan