Archive for July 2013
Thursday, July 18, 2013
Jakarta. 18-07-2013 16:44 | Untuk kesekian
kalinya, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak
(sidak) selama Ramadhan ini. Seperti yang dilakukannya hari ini, Kamis
(18/7) dengan mengunjungi Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan
Jatinegara, Jakarta Timur. Dalam sidak kali ini, Jokowi sempat terlihat
kesal saat melihat spanduk yang terpasang memuat gambar dirinya.
"Copot! Jangan ada wajah saya. Kalau Lurah boleh," ujar Jokowi seraya meminta Lurah Cipinang Cempedak, Ali Siregar mencopot spanduk berukuran 2x3 meter yang terpasang di halaman kantor kelurahan tersebut, Kamis (18/7).
Spanduk itu memasang foto Jokowi dengan Camat Jatinegara, Supriyadi yang tengah memegang Piala Adipura. Adapun spanduk itu bertuliskan, "Piala Adipura 2013 adalah, wujud kepedulian masyarakat Jakarta Timur tehadap lingkungan yang harus kita pertahankan" dan "Nyok kite wujudkan kota Jakarta, sebagai kota yang berbudaya peduli lingkungan bersih dan sehat"
Mendengar perintah atasannya, Lurah Cipinang Cempedak, Ali Siregar pun langsung menyanggupi permintaan Jokowi. "Siap Pak," kata Ali Siregar. Tak berselang lama, tiga anggota Satpol PP Kelurahan Cipinang Cempedak langsung menurunkan spanduk tersebut.
Di kantor Kelurahan Cipinang Cempedak, Jokowi sempat berkeliling melihat tempat pelayanan di kelurahan tersebut. Mantan Walikota Surakarta itu juga langsung melanjutkan sidak ke kantor Kecamatan Jatinegara yang letaknya berada tepat di belakang kantor Kelurahan Cipinang Cempedak.
Sumber: beritajakarta.com
"Copot! Jangan ada wajah saya. Kalau Lurah boleh," ujar Jokowi seraya meminta Lurah Cipinang Cempedak, Ali Siregar mencopot spanduk berukuran 2x3 meter yang terpasang di halaman kantor kelurahan tersebut, Kamis (18/7).
Spanduk itu memasang foto Jokowi dengan Camat Jatinegara, Supriyadi yang tengah memegang Piala Adipura. Adapun spanduk itu bertuliskan, "Piala Adipura 2013 adalah, wujud kepedulian masyarakat Jakarta Timur tehadap lingkungan yang harus kita pertahankan" dan "Nyok kite wujudkan kota Jakarta, sebagai kota yang berbudaya peduli lingkungan bersih dan sehat"
Mendengar perintah atasannya, Lurah Cipinang Cempedak, Ali Siregar pun langsung menyanggupi permintaan Jokowi. "Siap Pak," kata Ali Siregar. Tak berselang lama, tiga anggota Satpol PP Kelurahan Cipinang Cempedak langsung menurunkan spanduk tersebut.
Di kantor Kelurahan Cipinang Cempedak, Jokowi sempat berkeliling melihat tempat pelayanan di kelurahan tersebut. Mantan Walikota Surakarta itu juga langsung melanjutkan sidak ke kantor Kecamatan Jatinegara yang letaknya berada tepat di belakang kantor Kelurahan Cipinang Cempedak.
Sumber: beritajakarta.com
Monday, July 15, 2013
![]() |
| Ilustrasi Pengemis |
Menjelang bulan Ramadan, jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
(PMKS) di Jakarta mendadak meningkat. Untuk itu, Dinas Sosial akan
memantau langsung kegiatan mereka selama di ibu kota.
"Daerah yang rawan PMKS di Jakarta Selatan itu seperti bulan-bulan puasa tahun lalu ada 11 titik," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda, Jumat (5/7).
Adapun titik-titik rawan tersebut meliputi kawasan Pondok Indah, Traffic Light (TL) Mampang, TL Pancoran, TL Panglima Polim, sepanjang Jl Fatmawati, TL Ragunan, TL Republika, kawasan Melawai, TL Mabes Polri, TL Csw, dan TL Patung Pemuda Senayan.
"Untuk yang di pemukiman mewah seperti di Pondok Indah itu pasti lebih banyak manusia gerobak dari luar Jakarta. Modusnya ya mengharapkan belas kasihan dari warga yang lewat, seperti pengemis," tuturnya.
Miftahul menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjaga titik tersebut. "Nanti ada sistem Shift yang dibuat agar tidak kosong penjagaannya. Selain itu akan ada dua orang khusus yang ditugaskan di masing-masing kecamatan untuk memantau pergerakan PMKS," jelasnya.
Langkah-langkah pencegahan juga akan dilakukan dengan memasang spanduk imbauan kepada pengguna jalan, untuk tidak memberi dan membeli di jalan.
"Memang Ramadan bulan penuh pahala, tapi dengan memberi mereka di jalan berarti mendukung orang itu terus mengemis. Lebih baik ke badan-badan infaq sadaqah resmi," tegas Miftahul. (sumber : www.merdeka.com)
"Daerah yang rawan PMKS di Jakarta Selatan itu seperti bulan-bulan puasa tahun lalu ada 11 titik," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda, Jumat (5/7).
Adapun titik-titik rawan tersebut meliputi kawasan Pondok Indah, Traffic Light (TL) Mampang, TL Pancoran, TL Panglima Polim, sepanjang Jl Fatmawati, TL Ragunan, TL Republika, kawasan Melawai, TL Mabes Polri, TL Csw, dan TL Patung Pemuda Senayan.
"Untuk yang di pemukiman mewah seperti di Pondok Indah itu pasti lebih banyak manusia gerobak dari luar Jakarta. Modusnya ya mengharapkan belas kasihan dari warga yang lewat, seperti pengemis," tuturnya.
Miftahul menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjaga titik tersebut. "Nanti ada sistem Shift yang dibuat agar tidak kosong penjagaannya. Selain itu akan ada dua orang khusus yang ditugaskan di masing-masing kecamatan untuk memantau pergerakan PMKS," jelasnya.
Langkah-langkah pencegahan juga akan dilakukan dengan memasang spanduk imbauan kepada pengguna jalan, untuk tidak memberi dan membeli di jalan.
"Memang Ramadan bulan penuh pahala, tapi dengan memberi mereka di jalan berarti mendukung orang itu terus mengemis. Lebih baik ke badan-badan infaq sadaqah resmi," tegas Miftahul. (sumber : www.merdeka.com)



